Pengaruh Net Profit Margin, Debt to Equity Ratio, Sales Growth, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Manufaktur SubSektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2024
Keywords:
Net Profit Margin, Debt to Equity Ratio, Sales Growth, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan LabaAbstract
Kajian ini difokuskan pada penelaahan empiris mengenai pengaruh Net Profit Margin (NPM), Debt to Equity Ratio (DER), Sales Growth (SG), dan Ukuran Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pertumbuhan laba sebagai indikator efisiensi operasional dan prospek masa depan bagi investor serta manajemen, khususnya pada subsektor makanan dan minuman di tengah fluktuasi ekonomi periode 2020–2024. Penelitian ini menerapkan rancangan kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Populasi penelitian terdiri atas seluruh entitas manufaktur pada bidang usaha makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Penentuan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling hingga diperoleh 18 perusahaan sebagai objek pengamatan. Data dalam penelitian ini diolah menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada pengujian individual, Net Profit Margin (NPM) memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Pertumbuhan Laba, sebagaimana ditunjukkan oleh tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Kondisi serupa juga terlihat pada Sales Growth (SG) yang terbukti memberikan kontribusi positif dan signifikan bagi Pertumbuhan Laba, dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Sementara itu, Debt to Equity Ratio (DER) tidak memberikan kontribusi yang bermakna bagi Pertumbuhan Laba karena memperoleh tingkat signifikansi 0,544 > 0,05. Firm Size juga tidak memperlihatkan kontribusi yang signifikan, sebagaimana tercermin dari tingkat signifikansi 0,517 > 0,05. Dengan demikian, efektivitas perusahaan dalam memperoleh laba bersih melalui aktivitas penjualan serta peningkatan volume penjualan menjadi faktor dominan yang mendukung Pertumbuhan Laba pada sektor ini.
