Login or Register to make a submission.

Submission Preparation Checklist

As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.
  • The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).
  • The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, or RTF document file format.
  • Where available, URLs for the references have been provided.
  • The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.
  • The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines.

Author Guidelines

Judul Bahasa Indonesia Lorem Ipsum Dolor Sit Amet, Consetetur Sadipscing Elitr (Judul dibuat ringkas, informatif, dan tidak melebihi 15 kata)

(Nama pengarang dan Institusi TIDAK BOLEH dicantumkan dalam naskah untuk menjaga anonimitas selama proses peer review)

ABSTRAK

Arah penelitian ekonomi pembangunan terbaru baik di dalam maupun luar negeri mulai mengurangi penggunaan model analisis yang berbelit-belit. Penggunaan variabel yang terlalu banyak namun tidak jelas kausalitasnya justru akan merumitkan analisis dan menghasilkan hasil yang belum tentu baik dan benar. Cukup banyak temuan karya ilmiah yang menggunakan berpuluh-puluh variabel, dengan hasil yang signifikan secara statistic, namun jika ditelaah hubungannya banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul seperti “Bagaimana x bisa memiliki hubungan dengan y?” atau “Bukankah y malah mempengaruhi x, dan bukan sebaliknya?” atau disebut sebagai reverse causality. Kausalitas antar variabel harus didukung dengan dasar teori yang kuat dan mendalam—jangan sampai menampilkan hasil peningkatan jumlah jerapah di Australia mempengaruhi GDP Indonesia—dan keberadaan hubungan tersebut harus bebas dari sumber-sumber bias. (Panjang abstrak MAKSIMAL 150 kata, spasi 1)

Kata kunci: lorem, ipsum, dolor

Klasifikasi JEL: C68, F43, L52 (Kata kunci harus mengacu dan dilengkapi dengan JEL Classification, dapat dilihat melalui web https://www.aeaweb.org/jel/guide/jel.php)

 

English Title Lorem Ipsum Dolor Sit Amet, Consetetur Sadipscing Elitr

ABSTRACT

Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. At vero eos et accusam et justo duo dolores et ea rebum. Stet clita kasd gubergren, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. At vero eos et accusam et justo duo dolores et ea rebum. Stet clita kasd gubergren, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. At vero eos et accusam et justo duo dolores et ea rebum. Stet clita kasd gubergren, no sea takimata sanctus est Lorem ipsum dolor sit amet.

Kata kunci: lorem, ipsum, dolor

Klasifikasi JEL: C68, F43, L52 (Kata kunci harus mengacu dan dilengkapi dengan JEL Classification, dapat dilihat melalui web https://www.aeaweb.org/jel/guide/jel.ph

PENDAHULUAN

Arah penelitian ekonomi pembangunan terbaru baik di dalam maupun luar negeri mulai mengurangi penggunaan model analisis yang berbelit-belit. Penggunaan variabel yang terlalu banyak namun tidak jelas kausalitasnya justru akan merumitkan analisis dan menghasilkan hasil yang belum tentu baik dan benar. Cukup banyak temuan karya ilmiah yang menggunakan berpuluh-puluh variabel, dengan hasil yang signifikan secara statistic, namun jika ditelaah hubungann

 

ya banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul seperti “Bagaimana x bisa memiliki hubungan dengan y?” atau “Bukankah y malah mempengaruhi x, dan bukan sebaliknya?” atau disebut sebagai reverse causality. Kausalitas antar variabel harus didukung dengan dasar teori yang kuat dan mendalam—jangan sampai menampilkan hasil peningkatan jumlah jerapah di Australia mempengaruhi GDP Indonesia—dan keberadaan hubungan tersebut harus bebas dari sumber-sumber bias yang mungkin terjadi dalam dunia nyata. Maka dari itu penelitian (meminjam istilah yang sedang berkembang saat ini) “kekinian” hanya menilik pada variabel of interest tertentu saja. Kemudian, dengan fokus pada sejumlah kecil variable of interest, peneliti dapat mencari jalan terbaik untuk mengurangi bias dengan menggunakan teknik-teknik yang umum digunakan dalam ranah ekonometrika.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Isu yang sedang hangat belakangan ini adalah isu-isu yang berkatian dengan tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan yang dimuat dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian-kajian yang berkaitan dengan poin-poin tersebut sangat diminati sebagai salah satu jalan untuk membantu terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. Perkembangan ilmu ekonomi yang fokus pada pembentukan desain dan kegiatan evaluasi kebijakan sangat cocok untuk digunakan dalam strategi mewujudkan SDGs. Pada isu-isu seperti ini, penggunaan model analisis “kekinian”. (Spasi 1.5)


 

Tabel 1: Hasil estimasi data (Tabel harus selalu ada di atas)

 

Variabel

                                                    LOREM IPSUM

Spesifikasi 1

Spesifikasi 2

Spesifikasi 3

DOLOR_SIT

0,038112*

(0,0000)

0,036573*

(0,0000)

1,597262*

(0,0000)

SED_DO

1,624208**

(0,0000)

1,406517*

(0,0000)

2,085981*

(0,0000)

EIUSMOD

0,011639

(0,9348)

-0,120627*

(0,0002)

-2,261332*

(0,0000)

TEMPOR

-0,649889***

(0,0006)

-0,788224***

(0,0001)

-6,030976***

(0,0118)

INCIDIDUNT

0,218775*

(0,0001)

0,239048*

(0,0001)

0,246681*

(0,0001)

R2

0,994018

0,995264

0,995631

Adj R2

0,992798

0,994297

0,994739

Sumber data: BPS

 *p<0,1 **p<0,05 ***p<0,01

 Variable of Interest yang dapat dipilih adalah salah satu kebijakan atau program yang dijalankan oleh pemangku kepentingan, atau yang sering disebut dengan variabel kebijakan. Sebagai jurnal yang mengedepankan metode kuantitatif dalam terbitannya, PRIMANOMICS mendorong lahirnya berbagai tulisan-tulisan yang menyumbangkan berbagai evaluasi atas kebijakan dan atau perbaikan atas kebijakan yang dilaksanakan, khususnya oleh pemerintah, dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Akhir kata, penelitian ekonomi pembangunan dapat dikatakan kembali ke dasar, kembali ke OLS. Tren ini diduga akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan. Ditambah dengan ketersediaan ide-ide baru yang muncul dari kegiatan-kegiatan penyokong terwujudnya SDGs, maka rasanya tidak ada alasan lagi untuk tidak bergerak maju dan menulis.

 

Gambar 1: Tren Perkembangan Variabel

Gambar 1: Tren (Gambar harus selalu di atas)

Sumber data: BPS (Data diolah)

 Variable of Interest yang dapat dipilih adalah salah satu kebijakan atau program yang dijalankan oleh pemangku kepentingan, atau yang sering disebut dengan variabel kebijakan. Sebagai jurnal yang mengedepankan metode kuantitatif dalam terbitannya, PRIMANOMICS mendorong lahirnya berbagai tulisan-tulisan yang menyumbangkan berbagai evaluasi atas kebijakan dan atau perbaikan atas kebijakan yang dilaksanakan, khususnya oleh pemerintah, dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Akhir kata, penelitian ekonomi pembangunan dapat dikatakan kembali ke dasar, kembali ke OLS. Tren ini diduga akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan. Ditambah dengan ketersediaan ide-ide baru yang muncul dari kegiatan-kegiatan penyokong terwujudnya SDGs, maka rasanya tidak ada alasan lagi untuk tidak bergerak maju dan menulis. PRIMANOMICS selalu menantikan artikel-artikel ilmiah terbaru dari pembaca.

REFERENSI

 

Agus Yudha Permana, I Gusti., dan I Wayan Sukadana. 2016. Pecundang dari Perdagangan Internasional: Studi Kasus impor 28 Jenis Buah Musiman di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol.9 No.2, pp: 151-158.

 

Amelia Sri Premana, Komang dan Luh Gede Meydianawathi. 2013. Variabel-variabel yang Mempengaruhi Ekspor Non Migas Indonesia ke Amerika Serikat. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol.6 No.2, pp: 98-105.
Laird, Sam. 2006. Export Policy and The WTO The Journal Of International Trade and Economic Development: An International Comparative Review. Bulletin of Indonesian Economic Studies. 8:1, pp: 73-88
Mega Silvia Andriani, Kadek dan I Komang Gde Bendesa. 2015. Keunggulan Komparatif Produk Alas Kaki Indonesia ke Negara ASEAN Tahun 2013. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol.8 No.2, pp: 172-178.
Ojede, Andrew. 2015. Exchage Rate Shocks And US Services And Agricultural Exports : Which Export Sector Is More Affected. Bulletin of Indonesian Economic Studies. 29:3, 228-250.
Rejekiningsih, Tri Wahyu. 2012.Konsentrasi Ekspor Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol.5 No.2, pp: 109-118
Wiwin Setyari, Ni Putu. 2016.Trend Produktifitas Industri Produk