MAKNA DIKSI KIASAN DAN GAYA KOMUNIKASI IDGITAF DALAM LIRIK LAGU DERMAGA (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE)

Penulis

  • Arya Ananda Universitas Buddhi Dharma

Abstrak

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis makna diksi kiasan dan
gaya komunikasi yang terkandung dalam lirik lagu "Dermaga" karya Idgitaf.
Latar belakang studi ini didasari oleh pemahaman bahwa komunikasi
merupakan aspek fundamental interaksi manusia, dan musik berfungsi sebagai
medium ekspresi yang kuat, di mana lirik lagu seringkali menjadi sarana
penyampaian pesan kompleks melalui gaya bahasa kiasan. Lagu "Dermaga"
dipilih sebagai objek penelitian karena popularitasnya di kalangan remaja
hingga dewasa, serta penggunaan diksi kiasan yang kaya, seperti "kapal" dan
"dermaga," yang melampaui makna literalnya untuk merepresentasikan
pengalaman emosional dalam hubungan interpersonal. Metodologi penelitian
ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis
semiotika Ferdinand de Saussure. Pendekatan ini memungkinkan peneliti
untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan hubungan antara penanda
(bentuk fisik kata-kata dalam lirik) dan petanda (konsep atau makna yang
diwakili oleh kata-kata tersebut), sehingga dapat mengungkap signifikasi yang
lebih dalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yang
mencakup studi dokumentasi lirik lagu "Dermaga" dan wawancara mendalam
dengan Idgitaf sebagai pencipta lagu, dilengkapi dengan data sekunder dari
berbagai literatur relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa diksi kiasan
dalam lirik lagu "Dermaga" secara efektif melambangkan pengalaman
perpisahan, kerentanan emosional, harapan yang rapuh, dan kelelahan dalam
menghadapi
dinamika
hubungan.
Kata-kata
seperti
"dermaga"
diinterpretasikan sebagai simbol individu yang letih menanti dan ditinggalkan,
sementara "kapal" merepresentasikan orang-orang yang datang dan pergi
dalam hidup. Lagu ini secara keseluruhan menggambarkan dilema universal
antara harapan dan kenyataan, serta ketidakpastian yang melekat dalam setiap
hubungan. Lebih lanjut, analisis gaya komunikasi mengidentifikasi adanya
perpaduan gaya pasif (penerimaan), agresif (penegasan), pasif-agresif
(kekecewaan tersirat), dan asertif (kejujuran emosional), yang secara kolektif
memperkaya resonansi emosional lagu. Penggunaan diksi kiasan dan gaya
komunikasi yang beragam ini tidak hanya meningkatkan nilai artistik lagu,
tetapi juga menjadikannya media reflektif yang kuat untuk menyampaikan
nilai-nilai emosional dan sosial yang mendalam kepada pendengar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-01-17

Cara Mengutip

Arya Ananda. (2026). MAKNA DIKSI KIASAN DAN GAYA KOMUNIKASI IDGITAF DALAM LIRIK LAGU DERMAGA (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE). Bhumantara, 1(4). Diambil dari https://jurnal.ubd.ac.id/index.php/bh/article/view/4171

Terbitan

Bagian

Articles