LANGUAGE ATTITUDE OF CINA BENTENG COMMUNITY TANGERANG
Abstrak
Penelitian ini mengkaji sikap bahasa komunitas Cina Benteng di Tangerang dengan fokus pada bagaimana anggota komunitas tersebut memandang, menghargai, dan menggunakan bahasa warisan mereka dibandingkan dengan bahasa dominan seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Berlandaskan teori sosiolinguistik, khususnya konsep sikap bahasa, studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara dan kuesioner yang melibatkan responden dari berbagai kelompok usia untuk menangkap variasi generasional dalam persepsi bahasa. Analisis dilakukan melalui kategorisasi tematik yang menyoroti aspek-aspek seperti preferensi bahasa, ekspresi budaya, pergeseran bahasa, dan transmisi antargenerasi. Temuan menunjukkan adanya interaksi yang kompleks antara kebanggaan terhadap warisan budaya dengan tekanan untuk berasimilasi secara linguistik, di mana generasi yang lebih tua memperlihatkan sikap positif yang lebih kuat terhadap pelestarian bahasa asli, sementara generasi muda lebih memilih bahasa dominan karena alasan pendidikan, pekerjaan, dan mobilitas sosial. Wawasan ini menekankan urgensi upaya strategis dalam pelestarian bahasa, pendidikan budaya, dan keterlibatan komunitas untuk mempertahankan identitas linguistik masyarakat Cina Benteng.



