Analisis Pengendalian Kualitas menggunakan Lean Six Sigma dan Kaizen (Studi Kasus pada Hilton Konveksi)
DOI:
https://doi.org/10.31253/pe.v23i3.3839Kata Kunci:
Lean Six Sigma, Kaizen, Quality Control, GarmentAbstrak
Industri manufaktur pakaian di Indonesia menghadapi tantangan berkelanjutan dalam menjaga kualitas produk yang konsisten, seperti yang terlihat di Hilton Konveksi, di mana tingkat cacat sering melebihi batas toleransi 1% yang dapat diterima. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama cacat produk dalam produksi celana kerja dan mengusulkan perbaikan terstruktur untuk meningkatkan kontrol kualitas. Menggunakan metodologi Lean Six Sigma yang terintegrasi dengan kerangka kerja DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan didukung oleh filosofi Kaizen, penelitian ini menawarkan pendekatan sistematis dan berbasis data untuk optimasi proses. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, daftar periksa, dan dokumen perusahaan. Hasil menunjukkan bahwa tingkat cacat rata-rata mencapai 5,1%, dengan jahitan miring sebagai masalah paling sering, menyumbang 36% dari total cacat. Analisis akar masalah menggunakan kerangka kerja 5M (Manusia, Mesin, Metode, Bahan, Lingkungan) mengidentifikasi beberapa faktor penyebab, termasuk kelelahan operator, kurangnya SOP, dan pemeliharaan peralatan yang tidak memadai. Rekomendasi perbaikan berbasis Kaizen diterapkan, dengan fokus pada tindakan pencegahan dan keterlibatan karyawan. Tingkat sigma yang dihitung sebesar 3,61 menunjukkan kemampuan proses yang moderat. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa integrasi Lean Six Sigma dan Kaizen dapat secara efektif mengurangi cacat, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam industri konveksi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dwi Ayu Indah Lestari, Rediawan Miharja

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


