ANALISIS SEMIOTIKA STRUKTURAL KONSEP KONTEMPLATIF FOTOGRAFI PREWEDDING KARYA FANDY WIDYAPRAKASA
Keywords:
Fotografi Kontemplatif, Fotografi Pre-Wedding, Semiotika Roland Barthes, Representasi Visual.Abstract
Penelitian ini menganalisis representasi konsep kontemplatif dalam fotografi prewedding karya Fandy Widyaprakasa menggunakan pendekatan semiotika struktural Roland Barthes. Fotografi kontemplatif menekankan kesadaran penuh (mindfulness), kesederhanaan visual, dan kedalaman emosional yang melampaui fungsi dokumentasi semata. Tujuan penelitian adalah mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam karya fotografer profesional dengan pengalaman dua puluh tahun ini. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis semiotika dengan data primer berupa sepuluh karya fotografi prewedding dari akun Instagram @panjulisme dan wawancara mendalam dengan fotografer. Data sekunder diperoleh dari literatur relevan tentang fotografi, semiotika, dan konsep kontemplatif. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi berdasarkan simbol dan tanda visual, identifikasi makna pada tiga level semiotika Barthes, serta penyajian dalam narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kontemplatif diwujudkan melalui lima aspek: komposisi seimbang yang mengarahkan emosi audiens, pemanfaatan momen sederhana penuh makna, integrasi harmonis unsur alam sebagai narasi visual, kesederhanaan estetis yang meminimalkan distraksi, dan integrasi budaya lokal melalui busana adat serta lokasi bersejarah. Pada level denotasi, karya menampilkan pasangan dalam setting natural dengan pencahayaan alami dan warna monokrom. Level konotasi mengungkap simbolisme keintiman emosional, spiritualitas, dan pencarian identitas eksistensial. Level mitos membangun narasi universal tentang cinta transenden, keterhubungan manusia dengan alam, dan pernikahan sebagai pengalaman spiritual, bukan sekadar seremoni sosial. Penelitian ini berkontribusi pada studi semiotika visual dengan mengungkap bagaimana fotografi prewedding kontemplatif mentransformasi genre komersial menjadi medium ekspresi artistik yang mengkonstruksi makna filosofis melalui sistem tanda kompleks dalam konteks budaya pernikahan kontemporer.



